Jumat, 11 Juli 2014

OM MALaikat

Hari senin pagi, Purwakarta, Al Muhajirin. Seperti biasa, kita ngadain Upacara Bendera layaknya sekolah-sekolah di Indonesia.
Bedanya, di Al Muhajirin gaada pembacaan UUD, sama pancasila. Adanya Orasi Ilmiah.Semua bisa di orasikan saat upacara. Unik-unik dan menarik, tentunya nambah wawasan peserta upacara yang mendengarkan. Ga cuma siswa siswinya yang kreatif, guru-gurunya juga motifatif.Petuah dan nasihat yang diberikan sangat bermanfaat. Kadang, nasihat itu disampaikan lewat cerita-cerita. Jadi, kita ga bosen buat ngedengerinnya.Kayak waktu itu, salah satu guru baru kami. Namanya Bu Riska Mardiana. Beliau merupakan guru mata pelajaran fisika. Orangnya baik, ramah, santun, lucu, asik diajak ngobrol, muslimah *banget, tapi tetep gawl.
Waktu itu, Bu Riska kebetulan kebagian jadi pembina Upacara. Otomatis Bu Riska lah yang kebagian menyampaikan amanat. Amanatnya ga terlalu panjang dan ga banyak basa-basi. Simple, tapi menarik. Bu Riska bercerita tentang kisah seorang anak kecil. 

Pada saat itu, dia tengah berulang tahun yang ke 7. Ibunya memberikan nya hadiah sebuah buku cerita. Dia menolak, karena yang dia inginkan pada saat itu adalah sepasang sepatu dengan merk ternama. Alhasil, dia marah kepada ibunya karena tidak dibelikan sepatu baru.Ia pun pergi ke kamarnya dan menangis. Setelah lelah menangis, tanpa ia sadari ia pun tertidur. 

Di dalam tidurnya, ia bermimpi. Ia berada dalam sebuah ruangan yang tak pernah ia datangi sebelumnya. Tak ada orang yang ia kenali. Tapi ada sesosok makhluk yang mendekatinya perlahan. Ternyata makhluk itu adalah malaikat. Ia ketakutan, dan ingin cepat terbangun dari tidurnya. Tetapi, malaikat itu menahannya dan mengajak untuk berkeliling ruangan tersebut.Mau tak mau, ia pun mengikuti ajakan malaikat tersebut. Ia memanggilnya dengan sebutan OMMAL(OM Malaikat).

Ommal mengajak gadis kecil tersebut berkeliling dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Saat tiba disuatu ruangan yang berisi para malikat yang sibuk dengan kertas-kertasnya. gadis kecil bertanya kepada malaikat.
"Ommal, itu ruangan apa?" malaikat menjelaskan seraya tersenyum "itu ruangan untuk para malaikat yang bertugas mencatat permintaan." gadis kecil itu pun mengiyakan perkataan malaikat. setelah berjalan kembali, sampailah mereka diruangan yang kedua.Diruangan kedua banyak pula malaikat yang sedang sibuk dengan pekerjaannya. Bertanya lagi lah gadis kecil tersebut."kalau ruangan ini untuk apa?" malaikat tersenyum, kemudian kembali menjelaskan. "ini ruangan untuk para malaikat yang bertugas membagi rezeki" gadis kecil pun mengangguk mengartikan bahwa ia sudah paham.

Mereka pun kembali berjalan, sampailah mereka diruangan terakhir. Gadis itu terheran-heran melihat ruangan yang terakhir berbeda dengan ruangan yang lainnya. Karena diruangan ini dia hanya menemukan satu malaikat yang sedang santai meminum secangkir kopi. lalu apa tugas malaikat ini? gadis kecil itu pun bertanya karena tak mau penasaran. "ommal, lalu ruangan ini untuk apa? kenapa hanya ada satu malaikat saja? 

ommal pun tersenyum, "ruangan ini  berisi malaikat yang bertugas untuk mencatat rasa syukur. Karena sedikit sekali manusia yang mau bersyukur, maka di dalam ruangan ini hanya terdapat 1 malaikat saja."

Gadis kecil itu terenyuh mendengarnya. Ia teringat akan dirinya yang tidak mau bersyukur dengan apa yang telah ia dapat saat berulang tahun.Akhirnya ia pun tersadar dan mulai saat itu, ia mau menerima dan bersyukur atas apa yang sudah ia dapat.


Cerita dari Bu Riska Mardiana sangat menyentuh. Meskipun sangat sederhana, namun berisi penuh makna. Aku sampai terinspirasi membuat gambar tentang kisah tersebut. dan inilah hasilnyaaaa....





Meskipun masih sangat amatir, tapi aku suka:) terima kasih Bu Riska Mardiana :')


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar