Sabtu, 12 Juli 2014

Syukur

Minggu siang, Cikarang di guyur hujan di bulan ramadhan yang penuh berkah. Penuh syukur atas rezeki yang tak henti Ia berikan kepada ku. Mengapa banyak yang mengeluh karena hujan ini turun? mungkin karena beberapa orang terhalang hujan sehingga tak jadi pergi. Atau juga banyak ibu-ibu yang tak bisa menjemur pakaian sebagaimana mestinya. Tapi mengapa tak lihat berkah dari hujan ini? bukan kah kita sangat merindukan hujan apabila cuaca mengering? setidaknya dibulan puasa ini kita tak terlalu haus dan letih karena harus menahan panasnya matahari. Mengapa kita tak berdoa? Bukankah ada doa tersendiri yang harus dipanjatkan ketika hujan turun? "Allahumma soyyiban naafi'an"  doa yang tidak panjang, mudah dihafal tapi sangat besar berkahnya.


Salah satu doa yang akan diijabah adalah doa yang dipanjatkan ketika hujan. Ketika turun hujan, sudah selayaknya dan seharusnya jika kita berdoa dan bersyukur. Bukan malah mengeluh dan menyalahkan. Lagi-lagi kita harus bersyukur dan mengingat betapa Allah senantiasa menjaga dan melindungi kita. Lihat saudara kita di Palestina. Bukan hujan air lagi yang mereka rasakan. Tapi hujan peluru dan granat  yang terus menerus di kirimkan oleh pasukan zionis Israel. Kita masih dapat tenang disini, masih mempunyai tempat tinggal untuk berteduh. Tapi mereka? Tak ada tempat lagi yang dapat mereka yakini untuk berlindung dari serangan Israel. Rumah, Sekolah, bahkan masjid tempat beribadah pun tak ada yang tersisa. Hidup mereka tak tenang, penuh ancaman. Suara ledakan dimana-mana sudah jadi musik mereka sehari-hari. Aku saja sudah tak kuat dan merasa terganggu dengan suara petasan yang dinyalakan malam hari oleh teangga dan anak-anak. Apalagi mereka? bukan sekedar petasan lagi. Hanya kepada Allah lah mereka menggantungkan harapan.


Itulah alasan mengapa kita harus selalu bersyukur dengan nikmat islam, iman dan nikmat lain yang telah Allah berikan. Banyak anak muda yang sudah tak kenal lagi arti bersyukur. Mereka tak pernah mau kalah bersaing dengan gaya dan mode masa kini. Segala cara dilakukan untuk mencapai apa yang dia inginkan. Untuk mendapatkan rasa syukur itu sulit. Nafsulah yang sangat berpengaruh untuk meniadakan rasa syukur itu. Mengapa kita tak mencoba menerapkan sifat Qana'ah? sifat yang berarti merasa cukup atas apa yang telah dimiliki. 

"Allah tidak menempatkan kebahagiaan pada harta benda, seandainya begitu berapa banyak orang yang tidak bahagia hidup di dunia ini.Tapi Allah SWT menempatkan kebahagiaan itu pada hati, sehingga setiap orang berhak untuk bahagia karena setiap orang mempunyai hati yang benar-benar tulus, dan bersih."

 Untuk urusan dunia, lihatlah saudara yang jauh dibawah kita. Tapi untuk urusan akhirat, lihatlah para ulama-ulama yang telah berhasil konsisten berada di jalannya. Agar kita senantiasa terus menggali ilmu agama dan meningkatkan keimanan kita.



Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar