Tampilkan postingan dengan label karya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Juli 2014

Transmigrasi di Bulan Ramadhan

Selamat hari Jumat penuh barokah.

Hari ini sudah memasuki Minggu terakhir di bulan Ramadhan. Emang ga kerasa. Waktu berlalu semakin cepat. Suasana Ramadhan juga sedikit demi sedikit berubah menjadi suasana lebaran. Hari ini aku cuma ingin menuliskan apa yang aku lihat di sekeliling. Tentang suasana yang tak lagi sama.

Inget banget waktu menjalankan ibadah shalat tarawih pertama di bulan ramadhan tahun ini.Sebenernya ga jauh beda sama bulan ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Kayak udah menjadi adat dan budaya tersendiri yang setiap tahun nya selalu saja begitu,begitu gimana? ya begitu. Waktu pertama kali tarawih, musholla padet sama masyarakat kampung. Sampe-sampe aku ga kebagian tempat untuk sekedar menggelar sejadah buat satu orang. Alhasil, ikut sholat di halaman kontrakan yang berada ga jauh dari musholla. Seminggu pertama, suasana musholla masih rame. Meskipun udah ada beberapa yang menghilang entah kemana. Ya, aku maklumi untuk kaum perempuan yang mungkin sedang berhalangan. Tapi untuk kaum pria? ya mungkin mereka juga mempunyai alasan tersendiri.1 minggu berikutnya udah menghilang sebagian, sampai minggu ketiga bulan Ramadhan musholla sepinya bukan main. Apalagi kalau cikarang hujan, makin sedikit yang dateng buat shalat tarawih. aku juga lebih memilih shalat dirumah hehe

Ternyata budaya ini budaya transmigrasi. Ya, mungkin bisa dibilang seperti itu. kenapa? yang aku lihat sih, penghuni musholla yang semakin hari semakin berkurang itu sedang berhijrah ke suatu tempat. Tempat yang ramai, penuh lampu, baju-baju, dan barang-barang baru lainnya. Iya, di mall maksudnya.
Keaadan musholla dan tempat ibadah lainnya semakin hari semakin sepi, berbeda dengan supermarket, mall dan sejenisnya justru semakin ramai di kunjungi. "Mau lebaran gitu loh, ga afdhol kalo ga pake yang baru-baru"  nah itu yang ada dibenak setiap orang. kayaknya udah jadi kewajiban beli baju baru di bulan ramadhan buat dipake di hari lebaran. Bakalan rela deh desek-desekan juga.

Padahal, lailatul qadr itu datengnya di 10 malam terakhir di bulan ramadhan. Dan itu gatau pastinya. Yang konsisten dan istiqomah beribadah lah yang beruntung menapat berkah dari malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan itu. Tapi sayangnya, diakhir-akhir bulan ramadhan ini semangat beribadah seperti sudah berkurang.

Astagfirullah, semoga kita senantiasa diingatkan dan dikuatkan iman islamnya. dan mendapat berkah dari lailatul qadr aamiin.


Sabtu, 12 Juli 2014

Syukur

Minggu siang, Cikarang di guyur hujan di bulan ramadhan yang penuh berkah. Penuh syukur atas rezeki yang tak henti Ia berikan kepada ku. Mengapa banyak yang mengeluh karena hujan ini turun? mungkin karena beberapa orang terhalang hujan sehingga tak jadi pergi. Atau juga banyak ibu-ibu yang tak bisa menjemur pakaian sebagaimana mestinya. Tapi mengapa tak lihat berkah dari hujan ini? bukan kah kita sangat merindukan hujan apabila cuaca mengering? setidaknya dibulan puasa ini kita tak terlalu haus dan letih karena harus menahan panasnya matahari. Mengapa kita tak berdoa? Bukankah ada doa tersendiri yang harus dipanjatkan ketika hujan turun? "Allahumma soyyiban naafi'an"  doa yang tidak panjang, mudah dihafal tapi sangat besar berkahnya.


Salah satu doa yang akan diijabah adalah doa yang dipanjatkan ketika hujan. Ketika turun hujan, sudah selayaknya dan seharusnya jika kita berdoa dan bersyukur. Bukan malah mengeluh dan menyalahkan. Lagi-lagi kita harus bersyukur dan mengingat betapa Allah senantiasa menjaga dan melindungi kita. Lihat saudara kita di Palestina. Bukan hujan air lagi yang mereka rasakan. Tapi hujan peluru dan granat  yang terus menerus di kirimkan oleh pasukan zionis Israel. Kita masih dapat tenang disini, masih mempunyai tempat tinggal untuk berteduh. Tapi mereka? Tak ada tempat lagi yang dapat mereka yakini untuk berlindung dari serangan Israel. Rumah, Sekolah, bahkan masjid tempat beribadah pun tak ada yang tersisa. Hidup mereka tak tenang, penuh ancaman. Suara ledakan dimana-mana sudah jadi musik mereka sehari-hari. Aku saja sudah tak kuat dan merasa terganggu dengan suara petasan yang dinyalakan malam hari oleh teangga dan anak-anak. Apalagi mereka? bukan sekedar petasan lagi. Hanya kepada Allah lah mereka menggantungkan harapan.


Itulah alasan mengapa kita harus selalu bersyukur dengan nikmat islam, iman dan nikmat lain yang telah Allah berikan. Banyak anak muda yang sudah tak kenal lagi arti bersyukur. Mereka tak pernah mau kalah bersaing dengan gaya dan mode masa kini. Segala cara dilakukan untuk mencapai apa yang dia inginkan. Untuk mendapatkan rasa syukur itu sulit. Nafsulah yang sangat berpengaruh untuk meniadakan rasa syukur itu. Mengapa kita tak mencoba menerapkan sifat Qana'ah? sifat yang berarti merasa cukup atas apa yang telah dimiliki. 

"Allah tidak menempatkan kebahagiaan pada harta benda, seandainya begitu berapa banyak orang yang tidak bahagia hidup di dunia ini.Tapi Allah SWT menempatkan kebahagiaan itu pada hati, sehingga setiap orang berhak untuk bahagia karena setiap orang mempunyai hati yang benar-benar tulus, dan bersih."

 Untuk urusan dunia, lihatlah saudara yang jauh dibawah kita. Tapi untuk urusan akhirat, lihatlah para ulama-ulama yang telah berhasil konsisten berada di jalannya. Agar kita senantiasa terus menggali ilmu agama dan meningkatkan keimanan kita.



Minggu, 04 Mei 2014

Esai Esai

                                               Kebaikan dibalik Kesederhanaan

Hidup dalam kesederhanaan merupakan salah satu yang diajarkan dalam agama islam. Islam mengajarkan lewat contoh teladan yakni Nabi Muhammad SAW yang memiliki pribadi sederhana. Allah juga melarang segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan. Sebagaimana ayat yang diturunkan dalam surat Al-araf ayat 31 yang artinya “makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” Makna dari ayat diatas menerangkan bahwa dalam segi hal terkecil pun seperti makan dan minum Allah sudah melarang menkonsumsinya secara berlebihan. Kemudian diperjelas dengan ayat selanjutnya yakni  Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan. Dibalik perintah dan larangan pasti ada hikmah. Hikmah dari larangan makan dan minum secara berlebihan adalah untuk kebaikan kita sendiri. Karena makan secara berlebihan akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Seperti yang disebutkan dalam hadits “kullu daain albardatu”Dalam era globalisasi  seperti yang terjadi di zaman sekarang ini, sulit mendapatkan manusia yang hidup dalam kesederhanaan sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Manusia yang hidup dalam zaman modern seperti ini cenderung memprioritaskan hidup dalam kemewah-mewahan. Globalisasi dan pengaruh dari luar telah mengambil banyak peran dalam kepribadian seorang muslim. Yang lama-kelamaan akan merambat dan beradaptasi menjadi karakter yang jauh dari sifat aslinya.Hidup secara bermewah-mewahan sudah menjadi hal yang lumrah bahkan menjadi ajang perlombaan dalam meningkatkan kualitas hidup. Orang cenderung malu bahkan tidak percaya diri apabila hidup dengan hal yang sederhana. Dari mulai tempat tinggal, pakaian, sampai cara makan pun harus dilakukan dengan cara yang dicontohkan bangsa barat. Kiblat seorang muslim sudah melenceng ke arah yang tidak seharusnya.Banyak kaum muslimin yang meninggalkan sunnah Rasulullah karena terpengaruh dengan tradisi dan budaya orang-orang Eropa yang kafir. Yaitu tradisi dan budaya yang didasarkan pada prinsip materialistik yang tidak mengenal penciptanya dan bersyukur kepada nikmat-nikmat-Nya yang salah satunya adalah makan menggunakan tangan. Sebagaimana dicontohkan oleh nabi lewat hadits yang berbunyi: “Sesungguhnya Rasulullah SAW makan dengan 3 jari, dan kalau sudah selesai makan beliau menjilatinya.” (HR. Muslim). Umat muslim pada era globalisasi ini, lebih menyukai makan dengan menggunakan sendok, garpu, pisau dan sebagainya. Tentang hadist di atas, Ibnu Utsaimin r.a mengatakan: “Dianjurkan untuk makan dengan tiga jari, yaitu jari tengah, jari telunjuk, dan jempol, karena hal tersebut menunjukkan tidak rakus dan ketawadhu’an.” http://www.thibbun.com/thibbun-nabawi/pola-makan-rasulullah.html(diunduh pada tanggal: 20 Maret 2014 pukul: 14.40)
Apa rahasia dibalik sunah makan menggunakan tangan? Ternyata makan menggunakan tangan dapat membantu dalam proses pencernaan makanan. Ini bisa dibuktikan melalui percobaan menggunakan dua mangkuk nasi. Apabila kita mengaduk mangkuk yang berisi nasi yang pertama menggunakan tangan, sementara mangkuk yang lain diaduk menggunakan sendok, maka nasi yang diaduk menggunakan tangan akan lebih cepat basi sementara yang diaduk menggunakan sendok akan tahan hingga 24 jam. Mengapa bisa demikian? Hal ini terjadi karena di sela-sela jari tangan terdapat enzim pengurai, yang memudahkan alat pencerna dalam lambung manusia.
Banyak yang mengatakan bahwa makan menggunakan tangan lebih menyehatkan. Itu memang benar adanya. Karena seperti yang telah disebutkan tadi, di dalam tangan terdapat enzim RNAse yang dapat mengikat bakteri, sehingga tingkat aktivitasnya sangat rendah ketika masuk bersama makanan ke saluran pencernaan tubuh.Pada dasarnya, tujuan utama enzim RNAse ini digunakan dalam analisis genetik, dengan tujuan mendegradasi RNA, sehingga yang tinggal dari sebuah sel hidup adalah DNA-nya. httppaparetta.wordpress.com (diunduh pada tanggal: 20 Maret 2014 pukul: 14.50)
Enzim ini selalu terkandung dalam jari-jari dan telapak tangan manusia, sehingga proses penyuapan makanan ke dalam saluran pencernaan akan mengikutkan enzim yang bisa mengikat sel bakteri agar aktivitasnya tidak maksimal. Dengan asumsi, sudah dilakukan upaya menghigieniskan tangan sebelumnya. Seperti yang dikatakan Dr. Charles Gerba dari University of Arizona dalam sebuah penelitian bahwa “kita tidak mungkin menghalangi kuman dan bakteri masuk ke dalam lingkungan kita. Namun kita bisa memerangi kuman dengan cara mencuci tangan setiap sebelum dan selesai beraktivitas.”
https://www.facebook.com/permalink.php?id=103930943014245&story_fbid=373761932697810(diunduh pada tanggal: 20 Maret 2014 pukul: 14.30)
Begitu makanan masuk ke saluran pencernaan, maka enzim ini akan ikut mengikat pergerakan bakteri hingga ke saluran pembuangan. Sebaliknya, jika manusia makan menggunakan alat perantara seperti sendok, maka tidak ada yang bisa menahan laju aktivitas bakteri yang terkandung, baik di makanan atau alat makan itu sendiri.Segala sesuatu yang diperintahkan oleh Allah lewat sunah Rasulullah, pasti baik adanya. Pasti ada kebaikan tersendiri yang tersimpan dibaliknya. Seperti contoh yang telah disebutkan diatas. Contoh lain adalah, sunah Rasul yang memerintahkan untuk makan dan minum sambil duduk. Kalau melihat budaya dan tradisi bangsa barat, mereka biasa makan dan minum sambil berdiri yang biasa mereka lakukan pada acara pesta atau semacamnya. Budaya seperti itu banyak ditiru masyarakat Indonesia yang mayoritasnya adalah muslim. Padahal, makan dan minum sambil berdiri dapat membahayakan alat pencernaan. Itu juga merupakan alasan mengapa Rasulullah memerintahkan kita untuk makan sambil duduk. Selain agar sopan, juga agar kita terjauh dari bahaya penyakit. Banyak sekali pembuktian bahwa ada  kebaikan dibalik kesederhanaan Sunah Rasulullah SAW.