Jumat, 11 Juli 2014

SHS

Selamat Malam sabtu ya buat siapa aja. terkhusus buat yang disana wkwk
Selama jadi pengangguran kayak gini, bingung aja mau ngapain. Kayaknya tiap hari yang dikerjain itu-itu aja. Jujur, ga ada kerjaan yang bermanfaat selain beres-beres rumah dan bantuin mamah masak. Envy juga sama temen-temen yang udah sibuk sama sekolah barunya, sama temen-temen barunya, dan sama almamater barunya. Aku masih pegel nungguin pengumuman yang belum juga diumumin. Banyak yang bilang, nikmatin aja liburan panjang ini, kalo udah kuliah belum tentu bisa free kayak gini. Iya, ngerti kok. Tapi kalo kerjaan cuma diem dirumah, ga asik juga. Kontekan cuma lewat sosial media. Bosen.

Kangen sama masa-masa sekolah. Kangen sama buku, kelas, guru-guru, temen-temen, seragam putih abu. Kangen masa-masa jadi anak SMA.
Waktu emang ga kerasa. 3 tahun yang lalu aku masih cupu-cupunya. Masih labil banget.Sekarang juga masih labil sih hahaha

Pertama masuk SMA kebagian kelas XC. Anak-anak yang lumayan baik, asik, kompak. Aku juga gampang akrab sama yang lain. Soalnya mayoritas temen sekelas itu temen sekamar di asrama.
Nama wali kelas kita yang pertama adalah Bu Vini Juniarti(kalo gasalah). Beliau orangnya cantik, modis, baik dan sangat keibuan. Bu Vini ngajar mata pelajaran matematika waktu itu. Kenapa bu Vini disebut wali yang pertama? soalnya kita ngerasain di wali kelasin sama 2 orang. Baru 1 semester, bu Vini memutuskan untuk berhenti mengajar. Dengan alasan mau menikah dan ikut suaminya. Otomatis, kita tidak punya wali kelas buat sementara waktu. Masuk ke pertengahan semester 2, kita dapet wali kelas baru. Tapi kali ini ga cantik, soalnya laki-laki. Namanya Pak Supri. Beliau guru mata pelajaran geografi. Orang jawa, makanya tutur katanya lembut, sama seperti orangnya. Beliau gak pernah marah kalau kita gak pernah merhatiin. Seringnya nih, kalau pak supri lagi ngajar dan nerangin pelajaran, hampir sekelas tidur. Cuma beberapa orang aja yang bertahan nahan ngantuk. Saking lembutnya mungkin.

Kelas XC macem-macem anaknya. Inget banget, di kelas ini punya anak-anak paling lucu yang kerjaannya ngelawak mulu di kelas yaitu Dini sama ciah(siti nurhasanah).
Kelas Xc eang kelas paling kompak. Kita punya nama julukan lain buat kelas yaitu LUCTUS TENC. Dan foto ini adalah waktu kita nunggu giliran tampil di salah satu acara. 


Satu tahun selanjutnya, kita dipencar menurut minat dan kemampuan masing-masing. Ada yang masuk jurusan IPS, IPA, BAHASA, dan KEAGAMAAN. Kebetulan, saat itu aku masuk jurusan IPA tepatnya 11 IPA 2 yang punya nama kelas GRAVITASI. Disini, mulai ketemu sama temen-temen baru. Dan udah digabung sama anak-anak laki-laki. Kelas 11 IPA 2 awalnya ada 30 orang, 20 orang siswi, dan 10 orang siswa. Tapi semakin lama jumlahnya semakin berkurang. Di Kelas 11 ipa 2 kita punya wali kelas yang super aktif, cerewet tapi baik hati dan peduli namanya Ibu Megawati Subagyo Putri. Beliau merupakan guru mata pelajaran Matematika.11 Ipa 2 anaknya asik-asik. Bisa dibilang kelas ini juga kelas terkompak. Karena anak laki-lakinya cuma 10 orang, mereka juga kompak. Ada Iqbal,iskandar, asfi,afrizal,dede,anggi,ilham,iin,mumu, dan tedy.anak perempuannya juga gak kalah kompak ada fini,heni,ina,indah,fitri,nida aya,laras,nia,kiki,ike,windi,elma,isti,sinta,novi,decit,aulia,wita,dan aku.
Di kelas ipa 2 ini banyak banget momen yang menyenangkan. Tapi gak sedikit juga momen-momen menyebalkan sampai menyedihkan. Waktu kelas 11 dulu, saking komppaknya kita ngerjain salah satu guru baru. Guru bahasa inggris pengganti mrs.pupah. Hahaha untung aja guru itu kuat. Salut buat beliau.

Hari demi hari, bulan demi bulan berlalu. Tak terasa hampir setengah semester kami menjadi siswa-siswi kelas 11. Decit, mengalami sakit-sakitan dan itulah yang menyebabkan dia harus pindah sekolah.Jumlah penghuni kelas pun berkurang satu. Dan begitu seterusnya. Penghuni kelas kedua yang memutuskan untuk pindah adalah iskandar. Kemudian windi, diikuti afrizal, lalu iqbal.Hanya sisa 25 orang yang bertahan sampai kami melanjutkan ke kelas paling tua. Kelas terakhir di masa-masa SMA. Yakni kelas 12 IPA 2. 

Aku merasakan momen paling bahagia di kelas 12 ini. Karena aku merasa semakin hari kami semakin kompak. Wali kelas kami pun tak seperti sebelumnya, di kelas 12 ini, kami dibimbing oleh guru kimia yang cantik dan sangat baik hati yaitu ibu Pipit Fitria. Ibu Pipit mengayomi kami layaknya anak sendiri.  Suka duka dijalani bersama. BU Pipit sangat perhatian. Sampai-sampai hampir tiap anak yang berulang tahun dirayakan. Kebetulan saat aku sinta, odik dan teman lainnya yang berulang tahun di bulan Oktober dirayakan dengan acara makan-makan bersama. Bu Pipit sengaja memasak dari rumah. Duh senangnyaaa.




Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar